Mengatasi Masalah Belajar ABG


Pertanyaan

Senang sekali bisa gabung di forum ini, dengan begitu saya bisa berbagi rasa tentang mengasuh anak-anak. Karena begitu beratnya tanggung jawab kita sebagai ORTU demi mengasuh titipanNya agar menjadi manusia berguna.
Bu sy ingin sharing … sy sedang menghadapi masalah pada anak pertama sy laki , umur 13 th kelas 2 SMP , kurang minat dalam belajar … sudah mulai jatuh ..sy sangat kesulitan membangkitkan kemauan belajarnya .. sy dan suami krn kondisi ekonmi terpaksa hrs bekerja sehingga waktu untuk anak sangat kurang ..

Jawaban

Dear Ibu yang dirahmati ALLAH…
Masalah motivasi belajar yang rendah pada anak, bisa disebabkan oleh banyak hal. Yang jelas, dalam hal ini, Ibu dan Bapak harus lebih sering berkomunikasi dan melakukan dialog dengan si Abang karena usianya yang sudah menginjak remaja. Berikan alokasi waktu khusus, misalnya saat week-end dimana Bapak dan Ibu memiliki waktu yang lebih luang untuk bicara dari hati ke hati dengan anak-anak. Mengingat si Abang adalah anak laki-laki, maka porsi Bapak untuk lebih dekat dengan anak sebaiknya jauh lebih besar lagi. Mudah-mudahan dengan komunikasi dan dialog yang baik dengan anak, Bapak dan Ibu bisa mengidentifikasi masalah-masalah si Abang yang menyebabkan motivasi dan prestasi belajarnya menurun.

Saya ingin menanyakan satu hal kpd ibu, apakah motivasi belajar si Abang yang rendah tsb sudah ada sejak lama atau baru-baru ini saja? Lalu, bagaimana dengan prestasi belajarnya? Apakah sebelumnya ia memiliki prestasi belajar yang baik, lalu menurun pada saat ini?
Pertanyaan2 di atas saya tanyakan karena akan erat kaitannya dengan alternatif solusi yang bisa saya sarankan.

Bila memang sejak awal sekolah anak tidak memiliki motivasi belajar yang juga disertai dengan prestasi belajar yang rendah, maka Ibu perlu melakukan tes IQ pada anak sehingga bisa diketahui potensi anak, terutama untuk masalah akademiknya. Bila ternyata dari hasil pemeriksaan IQ didapatkan hasil bahwa IQ anak berada pada taraf di bawah rata-rata, maka kita harus segera merencanakan kembali pendidikan anak yang tidak hanya fokus pada masalah akademik, tetapi juga meningkatkan keterampilan serta mengembangkan bakat dan minat anak yang kelak bisa menjadi bekal untuk dia mandiri ketika dewasa.

Namun bila sebelumnya anak memiliki motivasi belajar yang tinggi yang juga disertai dengan prestasi akademik yang baik, maka bisa disimpulkan bahwa masalah yang dihadapi anak saat ini adalah lebih pada masalah emosional. Dalam hal ini, Ibu dan Bapak perlu melakukan pendekatan lebih pada anak sehingga ia bisa mengungkapkan masalah yang dihadapinya. Masalah keterbatasan waktu dari Ibu dan Bapak karena bekerja sebaiknya mulai disiasati, karena TIDAK ADA resep instan untuk mengatasi masalah anak selain dengan keterlibatan langsung serta perjuangan keras dan do’a yang terus menerus dari orangtua.
Saat berdialog, Ibu dan Bapak bisa menanyakan tentang cita-cita anak. Doronglah anak untuk memiliki cita-cita yang tinggi. Support anak untuk membaca biografi orang-orang yang berhasil meraih cita-citanya. Kalau perlu, ajak anak untuk berkunjung dan berdialog dengan orang-orang yang sukses atau orang yang memiliki profesi seperti yang dicita-citakan anak. Dengan demikian, diharapkan anak bisa mendapat insight (:masukan) mengenai hal-hal yang harus dilakukan dalam menggapai cita-cita sehingga motivasi belajarnya juga dapat meningkat.
Bila Ibu atau Bapak tidak bisa menemani nya belajar, Ibu dan Bapak bisa meminta org lain yang bisa membimbing anak saat belajar. Ibu dan Bapak bisa mendatangkan guru les privat untuk membimbing anak belajar.

Bimbingan saat anak belajar sangat penting, karena materi belajar untuk siswa SMP kelas 2 pastilah sudah sangat berat, shg ada kemungkinan anak tidak bisa menyelesaikan tugas-tugas nya karena tidak memahami materi yang semakin lama semakin sulit. Hal ini juga yang memungkinkan anak mengalami penurunan motivasi dalam belajar.

Saat ini, rasanya Ibu dan Bapak harus kembali “merapatkan barisan” dalam pengasuhan dan pendidikan anak di rumah, mengingat usia anak yang mulai memasuki masa remaja. Jangan sampai Ibu dan Bapak kehilangan momen berharga dari masa-masa ini karena masa remaja adalah pintu awal menuju kedewasaan. Dengan kekompakan dan kerjasama yang baik antara Bapak dan Ibu, InshaALLAH semua hal yang tadinya berat pasti akan lebih ringan dan mudah.
Jangan lupa pula untuk senantiasa berdo’a untuk kebaikan anak-anak dan agar ALLAH SWT memberikan penjagaan terbaikNYA kpd mereka ketika kita sudah berikhtiar maksimal dalam mendidik anak-anak kita.

Demikian saran dari saya, Semoga bisa bermanfaat.
Salam kompak untuk anak-anak ya Bu….

Wassalamu’alaykum Wr Wb,
Fajriati Maesyaroh, Psi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: