Mempersiapkan anak menghadapi masa haid.


Pertanyaan

Assalamu alaikum wr wb,
Saya mempunyai putri berumur 11 thn, sebagian teman-teman sebayanya sudah mengalami menstruasi, bagaimana cara mempersiapkan anak menghadapi masa haid dan mengajarkan pendidikan seks sesuai dengan umurnya.
Terimakasih,
Wassalam

Jawaban

Wa’alaykumsalam wr wb,

Dear Ibu Miranty, MashaALLAH…. Memiliki anak remaja adalah merupakan salah satu pengalaman besar yg ALLAH berikan pada orgtua. Pada masa remaja ini, kita akan mulai "memetik" buah dari penanaman nilai yg sekian lama kita semai, pelihara dan kita jaga sejak mereka kecil.

Pendidikan seks adalah merupakan salah satu unsur penting yg tdk bisa dipisahkan dari pendidikan anak secara keseluruhan. Menurut Dr Abdullah Nashih Ulwan dalam bukunya "Tarbiyatul Aulad fil Islam" (Pendidikan Anak dalam Islam), pendidikan seks dalam Islam bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap anak mengenai hal-hal yg berkaitan dengan masalah seksual sehingga ketika tumbuh dewasa ia dapat memahami apa saja yg dihalalkan dan apa saja yg diharamkan, serta mampu menerapkan tingkah laku Islami sebagai akhlaq dan kebiasaan hidup, serta tidak diperudak syahwat dan tenggelam dalam gaya hidup hedonis.

Untuk anak perempuan se-usia putri Ibu Miranty, materi pendidikan seks yg bisa diberikan adalah meliputi :

1. Menghindarkan anak dari berbagai rangsangan seksual, yaitu dengan :
a. Mengajarkan etika meminta izin masuk ke kamar orgtua pada waktu-waktu istirahat, yaitu sebelum shalat fajar, waktu zuhur, dan setelah shalat isya’. Sebenarnya adab meminta izin ini sdh harus diajarkan ketika anak berusia 7 thn.
b. Memisahkan tempat tidur, antara anak laki-laki dan perempuan.
c. Memilih/mengatur jenis acara di televisi, shg anak terhindar dari melihat hal-hal yg bisa merusak perilaku.
d. Mengawasi bahan-bahan bacaan yang dikonsumsi anak.
e. Mengawasi teman-teman yg bermain dengan anak-anak kita.
f. Mengajarkan anak perihal aurat dan mengarahkan anak agar menjaga auratnya.
g. Mengajarkan anak etika pergaulan antara laki-laki dan perempuan dalam Islam. Dalam hal ini Islam mengajarkan bagaimana adab memandang yg sudah harus kita ajarkan saat anak-anak berusia 7 thn.

2. Mengajarkan hukum-hukum syari’ah yg berkaitan dengan kematangan seksual kepada anak.
Dalam hal ini, kita harus menjelaskan kepada anak gadis kita bahwa bila ia melihat darah haidh keluar, maka artinya adalah ia telah baligh dan mukallafah (dibebani). Maksudnya adalah haidh merupakan tanda bagi perempuan menjadi dewasa sehingga ia harus memikul tanggung jawab dan beban2 seperti halnya org dewasa.
Karena itu, kita berkewajiban mempersiapkan anak dengan pengetahuan-pengetahuan seputar najis, wudhu, mandi serta hal-hal apa saja yg dilarang dan dibolehkan saat seorang muslimah sedang haidh.

Masalah menjadi dewasa, Ibu bisa mengingatkan anak terutama mengenai kewajiban sholat dan puasanya. Dialog antara kita dengan putri kita mengenai berbagai hal kewanitaan, persahabatan, pergaulan dengan lawan jenis, bahkan mengenai cita2nya ke depan akan sangat membantu membuat anak merasa nyaman di rumah serta akan sangat berguna sebagai referensi saat anak menghadapi konflik seputar masalah tersebut.

Demikian jawaban dari saya. Semoga bermanfaat. Salam saya untuk si gadis ya Bu…. *_^

Wassalamu’alaykum wr wb
Fajriati Maesyaroh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: