Jawaban Mengelola Hubungan dalam Rumah Tangga


Pertanyaan

1.Bgaimana mengatasi rmh tangga agar selalu bhgia dan tdk trjadi hal2 yg tdk qt ingnkan..suami tdk mgalami kbosanan d rmh??mksh wslm.
2.bagaimana seumpama qt marah skali dg suami qt melampiasknya,ap menegur keras2 ato qt biarkan?

Jawaban

Assalamu’alaykum wr wb,
Dear Mba’ ,

Dalam Islam, rumah tangga dan keluarga mendapat perhatian yang cukup besar. Mengapa??? Tidak ada karir di dunia yang bisa melampaui dimensi akhirat selain keluarga, karena prestasi terbesar yg harus kita raih dalam berkeluarga tidak hanya cukup sampai menghantar anak lulus sarjana atau sukses dalam meraih cita2nya atau memiliki suami yg setia sampai mati. Bukan cuma itu….. Tetapi prestasi terbesar kita adalah bagaimana kita bisa menghantarkan seluruh anggota keluarga kita masuk ke dalam surgaNYA…..

Karena itu, agar rumah tangga kita bisa bahagia baik di dunia dan di akhirat kelak, maka kita perlu mengembalikan semua aturan, tuntunan serta konflik2 yg terjadi di rumah tangga kita kepada ajaran agama kita melalui Al-Qur’an dan Sunnah.
Mba’ Yaqud, Subhanallah…. Indah sekali sebenarnya gambaran rumah tangga yang ideal menurut Islam. Ada hak dan kewajiban suami dan istri, hak dan kewajiban anak, bahkan hal dan kewajiban khadimat (: pembantu rumah tangga).
Mengenai pertanyaan Mba’ agar suami tdk bosan di rumah, maka sebagai istri yang harus kita lakukan sebenarnya sederhana saja (meski dalam prakteknya tdk sesederhana teorinya ^_* ) :
1. Ikhlash dalam mencintainya hanya karena ALLAH.
2. Berusaha memenuhi hak2nya yg ada pada diri kita sebagai istri.
3. Berusaha menyenangkannya dengan hal2 yang disukainya selama hal tsb tidak bertentangan dengan perintah ALLAH.
Mengenai prakteknya, tentunya Mba’ jauh lebih memahami suami Mba’, apa yg menjadi kesukaannya, apa yg tdk disukainya, dll.

Untuk bisa mencapai tahap saling memahami, saling suport, saling menghargai, mmg butuh proses. Dan keberhasilan proses tersebut sangat tergantung dari pola komunikasi antar suami dan istri. Komunikasi di sini tdk hanya terbatas pada komunikasi verbal saja. Tapi juga meliputi komunikasi non verbal, dan bahkan (maaf) hubungan suami istri pun merupakan salah satu bentuk komunikasi antara suami dan istri.

Resep lain yg tdk kalah penting adalah do’a. InshaALLAH, do’a kita sbg istri thd suami akan sangat membantu kita dalam menata rumah tangga sehingga rumah tangga kita akan dipenuhi cinta, kasih sayang dan barokah dariNYA.
Begitu juga saat kita marah dengan suami, pastinya ada cara mengkomunikasikannya dengan cara yg terbaik. Yang jelas, kita boleh mengungkapkan/mengkomunkasikan ketidaksukaan kita pada perilaku suami yg menurut kita tdk baik atau salah. Tetapi ingat!! fokuslah pada masalah, fokuslah pada perilaku yg salah tersebut. Jangan kemudian masalah melebar pada hal2 lain, atau bahkan kita menjadi ahli sejarah dgn mengungkapkan semua kesalahan2 yg pernah diperbuat suami padahal itu sdh berlangsung lama.

Saran saya, ketika kita ingin menegur suami, gunakan cara yg sama ketika kita ingin memberi feed back yg baik, yaitu :
1. Gunakan kata saya. Misalnya, kalimat : "Mas, saya bingung dan resah kalau Mas pulang terlambat tapi tidak memberi kabar" akan jauh lebih baik dari pada "Mas, kamu tuh kalau mau pulang telat mbo’ ya kasih kabar dong! Ada Hp, telp, tapi kok gak dipake sih!!"
2. Manfaatkan body language. Jadi, saat menegur mengapa suami tdk kasih kabar bila pulang terlambat, maka body language kita juga harus menunjukkan bahwa kita merasa khawatir, dan bukannya dengan mata melotot dan suara keras yg menunjukkan bahwa kita marah.
3. Ungkapkan fakta, bukan penilaian. Misalnya dalam kasus pulang terlambat tadi, maka yg kita ungkapkan adalah fakta bahwa suami pulang terlambat shg kita jd khawatir, dan bukan lalu kita memberi penilaian dengan kata2 : "Kamu tuh Mas mmg senengnya bikin aku susah ya…."
4. Ungkapkan perasaan dan keinginan kita. Misalnya : "Mas, saya khawatir banget kalau Mas pulang telat tapi tdk kasih kabar. Besok2 kalau mau lembur, tolong kasih kabar ya? lewat sms juga tidak apa2 kok."
5. Pesan harus jelas. Jadi saat kita memberi feed back, isi pesan yg kita sampaikan harus jelas. Misalnya : "Mas, kamu tuh kok senengnya bikin istri was2 gitu loh….. Pusing aku kalau kamu begini terus…. Mana anak2 juga rewel banget… Mumet aku…", adalah contoh pesan yg tdk jelas untuk kasus suami pulang terlambat tadi.

InshaALLAH kita saling mendo’akan ya mba’…. Agar kita semua termasuk dan menjadi istri dan ibu yg shalihah.

Wassalamu’alaykum wr wb,
Fajriati Maesyaroh

2 responses

7 12 2009
rindy

alhamdulillah..jadi masukan buat aq yg baru muali berumah tangga….

17 03 2011
ali

Aslmuakum ,wr.wb.
bagai mana cara prilaku kta trhadp istri yg krang perhatian terhadp suami.krna bgi sya cara tutur sapa dan intraksi yg krng baik
apakah kta hrus mnuruti istri trus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: