Cadel Anak Usia 5 Tahun


Pertanyaan

assalam. saya mempunyai ank umur 5 tahun, aktif, atraktif, tetapi setiap hal baru termasuk teman baru tidak langsung akrab atau enjoy saling bercengkrama, permasalahannya adalah dia cadel, apakah anak balita beranjak besar cadel tersebut masih wajar, yang saya takutkan cadelnya tersebut terbawa sampai remaja, padahal sekarang aja dia sering diledekin temennya “ngomongnya gak jelas” sewaktu dia lagi seru cerita, sehingga kadang kadang bikin dia marah. Yang kedua saya jadi bingungmengajari dia membaca juga iqro, di ajarin membaca dengan lafal yang benar gak bisa bisa, jadi takut dianggap sebagai yang mengajari hal yang salah tadi, sekian dan terima kasih banyak atas perhatiannya

Jawaban

Wa’alaykumsalam wr wb
Bapak yg dirahmati ALLAH…

Cadel pada anak, ada beberapa penyebabnya. Ada yg memang sifatnya medis, yaitu pada organ2 bicara anak (terutama lidah dan otot2 bicara anak), dan ada yg sifatnya psikologis (misalnya karena cemburu dengan adik yg baru lahir, maka si kakak tiba2 bicaranya menajdi cadel). Karena itu, ada baiknya bapak coba periksakan ananda ke dokter anak guna mendapatkan kejelasan mengenai kondisi organ2 bicaranya.
Bila ternyata cadelnya disebabkan karena otot2 bicaranya yg belum matang, maka bapak bisa mengajak ananda untuk melakukan beberapa aktivitas berikut :
1. Meniup lilin, bubble (gelembung sabun).
2. Menyedot cairan, mulai dari yg tdk terlalu kental (misalnya susu, orange juica), sampai yg tingkat kekentalannya cukup tinggi (mango n avocado juice atau jelly). Untuk aktivitas menyedot ini, Bapak bisa membeli gelas yg memiliki sedotan berulir, sehingga anak harus menyedot/menghisap dengan kuat. Tentunya hal ini diberikan secara bertahap, mulai dr yg tingkat kesulitannya rendah agar anak tdk langsung frustasi.
3. Menjilat. Dalam hal ini, Bapak bisa mengoleskan madu, es krim atau coklat yg disukai anak pada bibirnya. Setelah itu, bapak bisa meminta ananda untuk menjilat bibirnya tsb dengan lidahnya.
4. Bermain harmonika atau alat musik tiup lain seperti terompet atau seruling.

Aktivitas2 yg berguna untuk melatih otot bicara anak tsb bisa Bapak tanyakan pada terapis wicara yg bisa bapak jumpai pada klinik tumbuh kembang atau pusat2 terapi.

Hal lain yg bisa bapak lakukan adalah dengan meminta anak untuk berbicara secara perlahan, karena semakin terburu2 dia berbicara, maka semakin tdk jelas ucapannya. Untuk memahami dan memperlahan kecepatan bicaranya, Bapak bisa mengulang atau memparafrasekan apa yg sdh diucapkan anak, misalnya : “Oohh… Jadi sewaktu Kakak pulang sekolah tadi, Kakak melihat anjing yang sedang mengejar-ngejar kucing ya?”.

Bapak juga perlu mengobservasi pada huruf2 apa saja ananda mengalami kesulitan pengucapan, karena untuk setiap huruf, maka latihan/terapi nya juga akan berbeda. Hal ini juga bisa bapak konsultasikan pada terapis wicara yg kompeten shg Bapak bisa mendapat saran yg konkrit mengenai masalah tsb.

Demikian jawaban singkat saya. Semoga bermanfaat. Salam sayang saya untuk ananda.

Wassalamu’alaykum wr wb
Fajriati Maesyaroh, Psi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: