Anak berkelahi..Orang Tua ter"kompor"i


Pertanyaan

Assalamu’alaikum
Bu Fajri, saya ada sedikit pengalaman. Mungkin agak kurang menyenangkan. Begini ceritanya, tetangga rumah sebagian besar memiliki anak balita. Biasanya mereka membiarkan anak-anak untuk bermain bersama, kadang tanpa pengawasan sang orang tua. Tidak jarang dalam proses bermain itu beberapa anak mengalami keributan-keributan, karena memang diusia mereka dalam masa egosentris..mau menang sendiri. Kadang bisa mereka selesaikan sendiri..namun tidak jarang anak-anak itu mengadu kepada orang tuanya.
Yang saya ambil pusing adalah ketika awalnya anak berkelahi/ bertengkar hanya karena masalah sepele, namun karena disikapi oleh orang tua mereka sebagai masalah serius, maka jadilah masalah yang besar. bahkan tidak jarang berbuntut adu mulut dari orang tua, acuh2an, bahkan ikut mengompori anaknya agar tak main dengan teman yang dianggap nakal itu.
heyyy, ini anak yang punya masalah saja tidak berlarut-larut..keesokan harinya mereka abisa bermain seperti kemarin. Bagi anak bermain adalah pekerjaan..dan mereka sepertinya akan mudah melupakan masalah pertengkarannya. Bagaimana dengan si orang tua yang masih berlanjut menyimpan kekesalan pada orangtua temannya.
Af1 bu, ini sekaligus untuk instropeksi bagi ortu2 lain.. mungkin termasuk saya jika nanti mendapat kesempatan sbg orang tua…
mohon ditanggapi bu Fajriati M🙂
Salam
Dwi Pujiyani

 

clip_image003

Post #2

Eka Saridewi

Sedikit tanggapan boleh ya… Kadang kita harus sadar dan mengenal siapa sih dan bagaimana sih keluarga kita sifat dan karakternya… Apa mmg keluarga kita ini sudah baik? Maaf.. Kadang kita tidak mw menilai diri kita atau keluarga kita sendiri… Semua ttg kita benar? Kayaknya mmg jarang banget orang yg mw dibilang salah (JUJURRR DECH). Itu awalnya klo mmg kita udah jujur sama diri kita sendiri dan dpt melihat semuanya dengan jujur. Pasti kita bisa melihat semua masalah dengan Tersenyum dan pikiran yg baik serta duduk bersama-sama. Kita juga dapat menyelesaikan masalah itu dengan bijaksana. Kata Orang Hati boleh panas tetapi kepala harus dingin. Selamat mencoba

 

clip_image004

Post #3

Fajriati M Badruddin

Wa’alaykumsalam wr wb,

Dear Bu Wy dan Bunda Rico,
Seharusnya justru kita yang banyak belajar dari anak-anak kecil kita ya Bu…. Ternyata anak-anak justru lebih mudah memaafkan dengan tulus ikhlash segala kesalahan teman2nya saat bertengkar. Mereka tidak merasa sakit hati,apa lagi mendendam. Meski hari ini mereka heboh bertengkar, esok harinya mereka pasti sudah bisa tertawa dan bermain bersama lagi.

Bu, saat anak-anak bertengkar, itu sebenarnya adalah saat anak-anak belajar bagaimana mengelola konflik, bagaimana berempati, bagaimana berbagi serta bagaimana mempertahankan diri. Jadi, bila anak2 bertengkar, kita sbg org dewasa sebaiknya memberi arahan, agar pertengkaran tersebut benar2 mjd sarana pembelajaran bagi anak.
InshaALLAH, bila kita sbg org dewasa mampu mensikapi dan mengarahkan pertengkaran tersebut dengan cara yang benar, pastinya tidak akan ada lagi tawuran di kalangan remaja/mahasiswa, kekerasan dalam rumah tangga atau kriminalitas yg didasarkan pada rasa sakit hati dan dendam.

Mudah2an ini bisa menjadi muhasabah bagi kita semua,

Salam sayang saya untuk teman2 kecil di Bunga Matahari, dan salam sayang juga untuk Rico yg pastinya semakin pandai dan sholeh ya Bun….

Fajriati Maesyaroh, Psi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: