Anak Batita Suka Menggigit


Pertanyaan

Bissmillah…Mohon sarannya, jika anak laki2 umur 2,4 tahun suka menggigit. Bisa tahu penyebabnya dikarenakan apa serta bagaimana untuk mengatasinya ? Terima Kasih

Jawaban
Assalamu’alaykum wr wb,
Bapak Muhammad yg dirahmati ALLAH…. Sekedar menambahkan saran dari pak Yudhantoro,
Menggigit pada anak usia batita adalah hal yg masih bisa dianggap wajar. Menggigit bisa merupakan salah satu bentuk eksplorasi terhadap lingkungannya, juga bisa merupakan salah satu bentuk memenuhi kebutuhan ‘oral motor’ nya, bahkan menggigit adalah merupakan salah satu bentuk ekspresi emosi anak.

Seperti yg telah dijelaskan oleh Bpk Yudhantoro di atas, bila batita kita menjadikan “menggigit” sbg salah satu cara mengekspresikan emosi nya, maka kita harus mengarahkan anak agar dapat mengekspresikan emosinya tersebut dgn cara yg lebih tepat.
Tentu saja, orgtua adalah sumber terdekat yg bs mjd contoh bagi anak dalam mengelola emosinya. InshaALLAH bila kita berusaha mengelola emosi kita dgn lebih baik, maka anak pun akan menjadikan kita teladan dlm mengelola emosi.
Karena anak usia batita masih mengembangkan kemampuan bahasanya, maka ada baiknya kita juga mengenalkan pd anak mengenai berbagai emosi. Misalnya, jika anak gembira dan tertawa2 kita bisa mengatakan : “Wah, abang senang ya?” atau jika ia menampakkan wajah marah lalu menggigit, kita bisa mengatakan : “Abang kesal?”.
Setelah kita mencoba mengenalkan berbagai emosi, maka kita pun bisa menawarkan solusi pada anak. Misalnya, ketika sblmnya anak menampakkan wajah marah dan kemudian menggigit, maka kita bisa pegang kedua tangannya, tatap matanya dgn lembut, lalu katakan : “Abang marah? Kalau kesal atau marah, sini Ayah peluk supaya kesalnya hilang”. Lalu setelah itu, segera lah perhatian anak kita alihkan pada hal lain.
InshaALLAH perlahan anak akan belajar mengenali emosinya dan kemudian berusaha mengekspresikan emosinya tersebut dgn cara lebih tepat.
Dongeng atau cerita yg memiliki pesan moral mengenai pengelolaan emosi yg tepat juga bisa menjadi salah satu cara yg cukup efektif. Tidak harus selalu dengan buku, tapi Bapak atau Ibu bisa mengarang cerita sendiri sesuai dgn tokoh kesukaan atau nilai2 apa saja yg ingin kita sampaikan pada anak. Bapak atau Ibu bisa melakukannya sebelum tidur atau pada waktu spesial time yg dirancang khusus sbg waktu spesial antara bapak dgn putra bapak.

Selebihnya, Bapak dan Ibu bisa berkreasi sdr mengenai cara yg tepat, karena tiada psikolog atau dokter yg terbaik bagi anak selain kedua orgtuanya sendiri.

Salam saya u Ibu dan sayang u si kecil,
Fajriati Maesyaroh, Psi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: