Problematika Menonton TV


Pertanyaan

Assalaamu’alaikum
Saya punya 2 anak kelas 3 dan 4 SD. Sudah 3 tahun lebih kami tidak menyalakan TV untuk anak. Pada bulan Juli kemarin ada tamu datang menginap, sehingga kami menyalakan TV, dan anak jadi tahu cara menyalakan TV. Dari Senin-Jum’at di rumah kami TV tidak menyala, tapi Sabtu dan Minggu nyala, karena anak2 sudah bisa menyalakan dan mereka punya alasan untuk menyalakan karena tidak sekolah. Karena 5 hari tidak nonton sama sekali, sering kali satu hari penuh mereka nonton TV, bahkan ketika kami ajak aktifitas di luar pun mereka lebih memilih di rumah, supaya bisa nonton TV, bagaimana solusinya?

Jawaban

Wa’alaykumsalam wr wb,
Dear Ibu  rahimakumullah…

Tdk bisa kita pungkiri bahwa media audio visual merupakan salah satu media yg mampu menarik anak. Bagaimana tidak, dengan gambar yg bergerak dan berwarna, disertai suara dgn intonasi yg menarik, anak dipuaskan indera pengelihatan dan pendengarannya. Untuk membuat anak2 steril dari TV rasanya tidak mungkin Bu. Karena itu, yg bisa kita lakukan adalah memanfaatkan teknologi dr media audio visual tsb (termasuk TV) untuk pendidikan anak2 kita.

Sehubungan dengan kesukaan menonton TV, maka sebagai orgtua yg bisa kita lakukan adalah :
1. Membuat jadwal kegiatan anak, yg di dalamnya termasuk kapan waktu untuk menonton TV. Meski libur, Ibu tetap harus membicarakan dan berdiskusi dengan anak mengenai aktivitas di hari libur, sehingga anak2 tidak lantas menghabiskan waktu liburnya seharian hanya untuk menonton TV. Selain itu, kita juga harus bisa memberikan alternatif kegiatan lain yg tdk kalah menarik dengan menonton TV, shg anak2 memiliki alternatif kegiatan yg bs dilakukan selain menonton TV.
2. Membuatkan tiket menonton TV. MIsalnya, dalam 1 minggu Ibu memberikan jatah waktu 8 – 10 Jam untuk menonton TV. Maka Ibu bisa membuat 16 – 20 tiket (dibagi per 30 menit untuk 1 tiket) menonton TV yg bisa digunakan anak dalam 1 minggu. Aturannya adalah :
– Anak harus menyerahkan tiket kepada ibu setiap kali ingin menonton TV.
– 1 tiket berlaku untuk 30 menit acara TV.
– Acara TV yg boleh ditonton adalah acara yg sudah disepakati antara Ibu dan anak2, jd sblm nya Ibu sudah mengobservasi acara TV apa saja yg layak tonton, kemudian Ibu bisa ketik di kertas nama acara tersebut berikut waktu tayangnya. Dgn demikian acara yg ditonton anak adalah acara pilihan kita yg InshaALLAH sdh kita pertimbangkan baik buruknya. Namun, kita juga harus tetap terbuka dgn pilihan acara yg diminta anak, selama acara tsb tdk mengandung hal2 yg bs merusak aqidah dan moral anak2 kita.
3. Membeli CD2 alternatif yg banyak mengandung nilai2 pendidikan sebagai alternatif pengganti acara TV.

Menyediakan atau membuat kegiatan alternatif pengganti menonton TV memang tidak mudah pada awalanya. Namun bila kita bisa mengemas kegiatan tsb mjd suatu aktivitas yg menarik, maka aktivitas yg sedrhana bisa membuat anak menyukainya lebih dari menonton TV. Misalnya saja, anak saya yg berusia 4 thn lebih menyukai bermain kuda2an bersama ayahnya atau bermain petak umpet, bermain pura2, fingers painting, membuat berbagai keterampilan, atau dibacakan cerita atau didongengkan. Tentunya memang hal tsb menguras tenaga, pikiran dan waktu istirahat kita. Namun InshaALLAH hasilnya akan sebanding dengan harapan kita terhadap upaya mengalihkan anak dari hobby menonton TV.

Selanjutnya, rasanya Ibu jauh lebih mengenal kesukaan dan kesenangan anak2 Ibu. Selamat berkreasi ya Bu….
Salam saya untuk ananda yg sholih dan sholihat…

Wassalamu’alaykum wr wb,
Fajriati Maesyaroh, Psi

2 responses

4 01 2010
Dewi

dear…

TV, game on line, game di hp, sedang jadi ‘musuh’ utama ku sbg ibu. tks artikelnya. Escp soal ticket nonton, ide bagus …….. pengen coba ach ….

7 01 2010
sekolahbungamatahari

Dear Bunda,

Ada satu artikel lagi yang Bunda bisa lihat sebagai referensi untuk mengatasi kecanduan anak terhadap hobi yg ‘negatif’ pada artikel berjudul Anak Usia Sekolah Yang Kecanduan Hobinya di link berikut

https://rumahbungamatahari.wordpress.com/biro-psikologi-anak-dan-keluarga/pernak-pernik-anak-usia-sekolah/anak-usia-sekolah-yang-kecanduan-hobinya/

Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: