Kecerdasan Emosi Anak 9 tahun


Pertanyaan

A.W.W. Putra kami, 9thn memiliki EQ yang sangat mengkhawatirkan, terutama saya, bundanya sering kehilangan kesabaran dan menangis menghadapi si sulung kami. Sikap dan pola pikirnya jauh di bawah usianya.Meski Alhamdulillah Allah SWT memberinya IQ yang lumayan,plus daya ingat + keingintahuan yang sangat kuat. Terapi apa yang harus diberikan pada putra kami ? Benarkah yang sebenarnya mesti di’terapi’ adalah kami,ortunya..terimakasih atas bantuan dan sharing nya W.w.w.

Jawaban

Wa’alaykumsalam wr wb,

Dear Bunda , sebelumnya saya mohon maaf atas keterlambatan dalam menjawab pertanyaannya. Karena saat liburan winter kmrn, banyak sekali kegiatan untuk anak2 dan keluarga dari komunitas Indonesia di Qatar yang harus kami arrange.

Bunda Alif yg dirahmati ALLAH….
Kecerdasan Emosi merupakan salah satu aspek penting yang bisa menentukan prestasi seseorang. Berdasarkan penelitian, IQ hanya berperan sebesar 20% dalam menentukan prestasi seseorg, sedangkan 80% sisanya lebih ditentukan oleh EQ. Karena itu, pendidikan karakter yang bertujuan membentuk kecerdasan emosi pada anak sangat lah penting dimulai sejak dini.

Lalu, bagaimanakah caranya agar anak2 kita tercinta ini bisa memiliki kecerdasan emosi yang baik? Caranya, pertama kali adalah kita sbg orgtua harus memiliki kecerdasan emosi yg juga cukup baik. Mengapa demikian? Karena, kita, orgtua adalah role model/contoh terdekat dimana anak akan mengimitasi dan mengadopsi semua perilaku kita, baik yang terlihat mau pun tidak, dalam kehidupannya sehari-hari.

Bila anak tumbuh menjadi anak yang emosional, tidak bisa mengekspresikan emosinya dengan cara yang tepat, tidak bisa memahami keadaan orang lain, selalu menuntut agar orang lain memahami dirinya namun ia sendiri tidak mau memahami orang lain, moody, maka kita sbg orgtua harus segera mengintrospeksi diri apakah dalam keseharian kita pun secara tdk kita sadari, kita memiliki karakter tersebut. Bila YA, maka kita harus segera membenahi diri kita seiring dengan usaha kita untuk juga membenahi sikap sang buah hati sehubungan dengan kecerdasan emosinya tersebut.

Kecerdasan emosi intinya adalah bagaimana kita :
1. Bisa mengenali dan memahami emosi diri kita sendiri (apakah itu senang, sedih, takut, marah, terkejut, suka, kecewa, dll).
2. Bisa mengekspresikan emosi yang sedang ‘melanda’ diri kita dengan cara yang tepat dan sesuai dengan nilai yang ada di lingkungan kita (misalnya, apakah kalau marah harus diekspresikan dengan membanting barang, berteriak, atau memukul? Atau bisakah kita mengekspresikan rasa marah dengan menuliskannya dalam diary, atau diam di kamar, atau berwudhu ?)
3. Bisa memahami emosi orang lain.
4. Bisa memberikan respons yang tepat sesuai dengan keadaan emosi org lain (Apakah bila teman kita sedang menangis karena sedih, lalu kita meresponsnya dengan tertawa? Atau kita juga menampakkan wajah sedih dan berusaha menghiburnya dengan kata2 yang menyejukkan?)

Jadi, bunda Alif, ke4 hal tsb di atas lah yang perlu kita perhatikan pertama kali dalam mengasah kecerdasan emosi kita dan anak2 kita.
Anak-anak biasanya membuat ulah tertentu (baik positif maupun negatif) tidak lain adalah dalam rangka mencari perhatian dari ayah dan bundanya. Karena itu, bila anak mencari perhatian dgn cara yg negatif, kita sbg orgtua tdk boleh terpancing, apalagi bila sampai terpancing secara emosi.

Hal lain yang saya cermati adalah karena putra ibu anak laki-laki, apalagi sekarang sdh berusia 9 thn, maka sebaiknya putra ibu lebih dekat dengan ayahnya. Dengan demikian diharapkan putra ibu akan mengadaptasi bagaimana seharusnya seorg laki-laki berperilaku dan mensikapi masalah. Fitrah wanita mmg lebih emosional dibandingkan laki-laki yang jauh lebih rasional. Karena itu, memang sebaiknya anak laki-laki lebih dekat dengan ayahnya shg ia juga akan mengembangkan sikap maskulinitas dan rasionalitas dalam mensikapi masalah.

Demikian sharing dari saya. Semoga bermanfaat. Salam sayang saya untuk putra ibu ya Bun…… ^_^

Wassalamu’alaykum wr wb
Fajriati Maesyaroh, Psi

One response

2 03 2010
Bunda Nana

assalamualaikum,sy hanya sekedar comment,anak laki2 sy sebentar lg berusia 10th,awalnya ananda sering menyakiti adiknya,mgk dikrnkan adiknya ingin terus mengikuti kknya,shg ananda sebal,namun alhamdulillah skg sdh membaik,sy katakan,klo mmg sdg emosi,tarik nafas panjang,istighfar,wudhu dan jg bicara dg adik dulu.mohon komentarnya…jazakumullah..tks,wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: