Cara Mengontrol Emosi Anak 7 Tahun


Pertanyaan

Assalammu’alaikum wr.wb.saya cm mau sharing gimana cara mengontrol emosi dengan baik..?anak saya 2,yg besar umur 7 taun dan yang kecil umur 3,5 taun.terimakasih.wassalammu’alaikum wr.wb.

Jawaban

Wa’alaykumsalam wr wb,
Dear Ibu yg dirahmati ALLAH,

Agar anak memiliki Emotional Intelligence yg baik, maka hal yg terpenting adalah kita sbg orgtua harus mengevaluasi diri mengenai pengelolaan emosi yg kita miliki. Mengapa?? Karena tentu saja, orgtua adalah sumber terdekat yg bs mjd contoh bagi anak dalam mengelola emosinya. InshaALLAH bila kita berusaha mengelola emosi kita dgn lebih baik, maka anak pun akan menjadikan kita teladan dlm mengelola emosi.

Pengelolaan emosi bisa kita ajarkan pd anak sejak dini. Saat anak berusia batita, dimana ia masih mengembangkan kemampuan bahasanya, maka ada baiknya kita mengenalkan pd anak mengenai berbagai emosi. Misalnya, jika anak gembira dan tertawa2 kita bisa mengatakan : “Wah, abang senang ya?” atau jika ia menampakkan wajah marah lalu menggigit, kita bisa mengatakan : “Abang kesal?”.
Setelah kita mencoba mengenalkan berbagai emosi, maka kita pun bisa menawarkan solusi pada anak. Misalnya, ketika sblmnya anak menampakkan wajah marah dan kemudian menggigit, maka kita bisa pegang kedua tangannya, tatap matanya dgn lembut, lalu katakan : “Abang marah? Kalau kesal atau marah, sini Bunda peluk supaya kesalnya hilang”. Lalu setelah itu, segera lah perhatian anak kita alihkan pada hal lain.
InshaALLAH perlahan anak akan belajar mengenali emosinya dan kemudian berusaha mengekspresikan emosinya tersebut dgn cara lebih tepat.

Dongeng atau cerita yg memiliki pesan moral mengenai pengelolaan emosi yg tepat juga bisa menjadi salah satu cara yg cukup efektif. Tidak harus selalu dengan buku, tapi Bapak atau Ibu bisa mengarang cerita sendiri sesuai dgn tokoh kesukaan atau nilai2 apa saja yg ingin kita sampaikan pada anak. Bapak atau Ibu bisa melakukannya sebelum tidur atau pada waktu spesial time yg dirancang khusus sbg waktu spesial antara bapak dgn putra bapak.

Semakin besar usia anak, maka kita bisa saling berdialog dan berdiskusi mengenai perasaan dan emosi yg sedang dialami anak. Tanyakan bagaimana perassan anak saat ia pulang sekolah, atau saat ia pulang bermain bersama teman. Dari berbagai cerita dan konflik yg dialami anak, kita bisa mengajaknya diskusi mengenai bagaimana seharusnya ia bersikap ketika sedih, marah, kesal, senang, suka, terkejut dll. Dan bahkan kita bisa juga berdiskusi bagaiman seharusnya bersikap bila teman atau ada org lain yg sedang marah, sedih, senang, suka, terkejut, kesal, dsb.

Dengan demikian, anak diharapkan bisa mengenali emosinya dan mengekspresikan emosinya tsb dgn cara yg adaptif, juga bisa memahami emosi org lain dan bisa bersikap atau merespon emosi org lain dgn cara yg tepat.

Selebihnya, Bapak dan Ibu bisa berkreasi sdr mengenai cara yg tepat, karena tiada psikolog atau dokter yg terbaik bagi anak selain kedua orgtuanya sendiri.

Salam sayang saya untuk Jagoanita dan jagoannya ya Bu *_^….

Wassalamu’alaykum wr wb
Fajriati Maesyaroh, Psi

One response

6 02 2010
mulya hadinata

ok, syukron

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: