Anak 3 Tahun Keras dan Sulit Diatur


Pertanyaan

Pertanyaan 1 : Asslm..saya ibu jihan..saya mempunyai anak umur 3th..problemnya anak saya aktif bnget &anaknya susah dlarang..trus mandinya malas bener,g’mau pkai bj yg ada kancingnya pdhal klu skolah seragamnya bkancing,sampe rbut2 tiap mau skolah..dskolah nakal bener g’mau blajar maunya main terus,mulutnya g’sopan. Pernah mau saya kasih cabe biar kapok, dilembutin gak mau nurut, dikerasin juga gak takut. Gmn cara mendidik anak yg baik & solusinya. Wassalam
Pertanyaan 2 : Ikut bergabung ya.. saya juga punya anak perempuan 3 tahun, aktif juga,,, dan sedikit keras, ga mau dilarang, kalo dah ada maunya.. udah deh… harus ikut… ada saran biar dia nurut dan mau dilarang.. makasih

Jawaban

Wa’alaykumsalam wr wb,

Dear Ibu yang dirahmati Allah….

Saya bisa memahami bagaimana "repot"nya Ibu mengasuh si 3 thn. Seperti pada jawaban saya untuk IBu Fita, pada usia 3 – 4 thn, anak mulai mengembangkan otonomi dirinya sehingga perilaku yang tampak adalah anak terlihat sangat egois, susah diatur, semaunya sendiri, mudah marah/tantrum. Sebenarnya, ALLAH SWT menjadikan adanya periode “menyebalkan” tersebut, pastinya bukan tanpa maksud. Periode “menyebalkan” tersebut ternyata merupakan dasar bagi anak untuk mengembangkan kemandirian dan kemampuan untuk belajar menunda dorongan/keinginan yg ada dalam dirinya.

Tentunya, untuk “lulus” dalam tahapan ini, anak sangat2 membutuhkan bantuan dari kedua orgtuanya. Orgtua serta lingkungan terdekatnya lah yg akan menentukan apakah si anak kemudian akan mengembangkan kepribadian yang mandiri, bisa bersabar, bisa menerima bahwa tidak semua keinginannya dapat terpenuhi serta bisa berbagi dengan org lain, atau justru sebaliknya. Karena itu, mutlak diperlukan keshabaran yg luar biasa dari para orgtua dalam menghadapi mereka.
Sebelumnya, ada baiknya Ibu mengevaluasi pola asuh dan penerapan disiplin yg diterapkan di rumah. Dalam hal ini, Ibu dan Bapak harus memiliki pandangan yg sama tentang pola asuh dan penerapan disiplin yg akan diterapkan di rumah. Setelah Ibu dan Bapak sama2 kompak, maka tugas selanjutnya adalah berusaha semaksimal mungkin agar pola asuh, disiplin serta aturan2 yg dibuat benar2 diterapkan secara konsisten. Karena, meski rencana pola asuh dan aturan yg akan diterapkan itu bagus, tetapi bila tidak dijalankan dengan konsisten, maka hal yg kita harapkan (pembentukan karakter dan perilaku anak yg positif) tdk akan terlaksana.

Semua anak, terutama anak-anak yg aktif, sangat memerlukan aktivitas yang terstruktur. Jadi, tidak bisa kita membiarkan anak menghabiskan waktunya tanpa arahan, sehingga mereka hanya berlarian, lompat-lompat di kursi atau di tempat tidur, atau hanya membongkar2 mainannya saja. Karena itu, baiknya Ibu mulai menata kegiatan si kecil dengan membuatkan jadwal kegiatan harian, dimana untuk kegiatan waktu luangnya ibu bisa memberikan alternatif kegiatan. Misalnya, setelah pulang sekolah dan makan siang, Ibu bisa memberikan alternatif kegiatan yg bisa dipilih anak : Bermain playdough atau melukis. Atau di sore hari, apakah si kecil mau bersepeda atau jalan-jalan keliling di sekitar komplek perumahan. Saat week-end, Ibu dan bapak bisa mengajak si kecil hiking ke tempat2 yg tempatnya berkontur (turun naik) atau membawanya berenang. Untuk anak-anak yg cenderung aktif, orgtua harus memberikan banyak alternatif kegiatan, terutama kegiatan2 yg bisa memuaskan kebutuhan kerja ototnya.

Setelah Ibu dan bapak sepakat terhadap pola asuh dan penerapan disiplin, juga telah membuat jadwal kegiatan untuk si kecil secara terstruktur, maka langkah selanjutnya adalah membuat sistem reward terhadap perilaku anak. Ibu dan bapak bisa menerapkan sistem bintang, atau wajah smile dan menempelnya pada Papan Prestasi yg sudah dibuat.
Ibu bisa menulis 3 prioritas perilaku yg diharapkan pada anak. Sehingga bila dalam 1 hari anak berhasil melakukan 1 perilaku, maka di malam hari sebelum tidur, Ibu bisa memberikan stiker agar ia menempelnya di Papan Prestasi.

Misalnya :
Sen Sel Rab Kam Jum Sab Ming
Mandi pagi dan sore
Bicara dengan suara lembut
Bicara yang sopan
Membantu Ibu membereskan mainan*
Belajar makan sendiri*
*Contoh Perilaku lain yg diharapkan orgtua
Bila saya mendapatkan 7 stiker, maka saya akan mendapat…………………….. dari Ibu dan Ayah
Bila saya mendapatkan 15 stiker, maka saya akan mendapat ………………….. dari Ibu dan Ayah
Bila saya mendapatkan 30 stiker, maka saya akan mendapat ………………….. dari Ibu dan Ayah
Hal lain yg tdk boleh terlupa adalah reward yg berupa pujian yg tulus serta pelukan atau ciuman setiap kali anak melakukan perilaku positif, apa pun itu. Ucapan – ucapan "I love you", "Ayah dan Bunda cinta kamu", "Ummi dan Abi sayang sekali sama Kakak", adalah ucapan2 yg bisa memperkuat bukti bahwa kita mencintai mereka. Untuk perilaku yg negatif, baiknya kita tidak perlu memperhatikannya, cukup menegurnya dengan suara yg tegas bahwa kita tidak suka bila anak melakukan hal tersebut. Misalnya, ketika anak bicara kotor, kita bisa katakan : "Maaf sayang, Ibu sedih sekali bila kamu mengucapkan kata2 itu, karena itu tidak baik." Bila anak masih mengucapkan, jangan pedulikan, tapi alihkan perhatiannya pada aktivitas lain. Nanti, saat Ibu bercerita atau mendongeng, Ibu bisa memasukkan nilai2 yg Ibu harapkan (Misalnya : anak yg sopan dan bicara yang baik pasti akan disayang semua org , dan sebaliknya).
Selebihnya, rasanya Ibu jauh lebih mengetahui anak2 Ibu dengan lebih baik, karena sebenarnya psikolog yg terbaik bagi anak adalah orgtuanya sendiri. InshaALLAH dengan do’a tulus yg setiap kali kita panjatkan kepadaNYA yg disertai usaha kita, Mudah2an kita semua bisa menjadi orgtua yg shabar, bijaksana dan cerdas dalam mendidik sang cahaya mata yg telah ALLAH karuniakan kepada kita.

Semoga bermanfaat diskusi kita ya Bu…. Salam sayang saya untuk si kecil,

Wassalamu’alaykum wr wb
Fajriati Maesyaroh, Psi

5 responses

13 09 2010
ika

terimakasih ibu karena sudah memberikan solusi yang baik..
saya sendiri kadang sampi kelepasan marah kepada anak balita saya dan kadang mengeluarkan kata2 yang pedas,bahkan saya prnah memukul (maaf)pantat nya karena gemas dan sudah tidak tau harus bagaimana lagi gar dia diam.tapi saya merasa sangat menyesal melakukan smua itu.dan berjanji tdk akan melakukan hal itu lagi. tapi si kecil rasanya sulit sekali diatur. mudah2an dengan membaca saran ibu,saya bisa menjadi lebih baik lg kepada anak,dan si kecil pun juga bs tambah lebih pintar. wassalam wr.wb.

22 09 2010
irma slam

aq jg pnya anak laki2 umur 3 th.sama persis sama yg ibu ceritakan.sampe2 kadang tangan yg beraksi.

4 02 2011
gita citra

mom,,,,,boleh bergabung??

22 07 2011
husnasmg

anak saya berumur 3 tahun bulan oktober nanti, masalahnya kalau di sekolah dia tidak mau memperhatikan gurunya dan tidak mau melakukan yang di suruh gurunya seperti anak lain, dia malah sibuk main sendiri. bagaimana caranya membuat anak ini agar mau mengikuti kegiatatan di sekolahnya?

28 08 2011
Endah Purbayanti

bu, punishment apa y bisa diberikan pada anak usia 3 tahun apabila tidak dapat diingatkan? apakah berdiri disatu pojok tertentu selama bbrp menit spt y dicontohkan dlm reality show nanny 911 ckp efektif? adakah cara y lain?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: